Kamis, 18 Maret 2010

Akibat Hipnotis

Siang itu aku bersama istriku, Ivonne, sedang berjalan2 di sebuah mall di
Jakarta. Namaku Bram, aku berusia 28 tahun dan merupakan seorang yang cukup
sukses dalam karir dan keuangan. Istriku Ivonne berusia 24 tahun, sangat cantik
dan seksi dengan tubuhnya langsing setinggi 161 cm dan dadanya yang berukuran
34B. Banyak orang mengatakan dia mirip seperti bintang2 film Korea atau Jepang,
karena kebetulan Ivonne memang berdarah campuran. Kami adalah pasangan baru
yang belum lama ini melewati bulan madu kami. Hari itu Ivonne mengenakan kemeja
warna putih yang dipadu dengan rok jeans biru yang mini di atas lutut. Aku
sangat bangga punya istri yang cantik dan seksi seperti Ivonne sebab aku tahu
banyak sekali lelaki yang ingin mendapatkan dia, tapi akhirnya cuma aku yang
berhasil. Tetapi sejak peristiwa ini, aku tidak tahu apakah kecantikan istriku
ini merupakan berkat atau kutukan bagiku.Saat itu aku dan Ivonne sedang duduk menikmati hidangan di food court, ketika
aku merasakan ada orang yang menepuk pundakku. Aku menoleh dan mendapatkan
seorang laki2 berusia sekitar 60 tahunan, kulitnya hitam pekat dan mukanya
sendiri sudah penuh dengan kerut2. Tapi laki2 ini tetap berpenampilan perlente
dengan rambutnya yang panjang walaupun sudah banyak yang putih diikat rapi,
ditambah lagi dengan kumis lebat di atas bibirnya. Laki2 ini tersenyum sambil
matanya menatap mataku lekat2 sebelum berkata “Hallo dik, tenang saja, saya cuma
mau perkenalkan diri saya. Saya bernama Tolib, panggil saja mbah Tolib. Adik
ini siapa namanya?.”

Aku merasa bahwa mata dan suara mbah Tolib ini bagaikan satu sumur yang dalaammm
sekali dan perlahan2 aku pun seperti tercebur ke dalamnya. Tanpa sadar aku
sendiri menjawab “Nama saya Bram, mbah.”

Mbah Tolib pun tersenyum sambil bekata lagi “Bagus dik, tenang saja yah. Adik
harus percaya sama mbah. Tolong perkenalkan istri adik yang cantik ini yah.”

Bagaikan kerbau yang dicucuk hidungnya aku pun berpaling kepada Ivonne sebelum
menjawab. “Iya mbah, istri saya ini namanya Ivonne.”

Ivonne sendiri sedang duduk termangu2 diseberangku dan tampaknya dia pun sudah
mulai kena pengaruh hipnotis mbah Tolib ini. Mbah Tolib pun berkata lagi “Nah
sekarang kalian berdua dengerin baik2 yah perkataan mbah ini. Kalian ini akan
selalu mendengar dan menuruti perkataan mbah. Apapun yang mbah katakan, kalian
akan percaya dan dituruti, ngerti?”. Aku dan Ivonne cuma bisa menganguk2an
kepala kami sebagai tanda menurut. “Bagus, bagus sekali” mbah Tolib lalu
memberikan isyarat dengan tangannya memanggil seseorang lagi di belakang kami.

Tidak lama kemudian datanglah seorang bapak2 yang kira2 berumur 50-an. Gemuuk
sekali dengan tubuh pendek, tingginya mungkin hanya sebahu Ivonne. Kepalanya
sudah mulai botak dengan mulut lebar yang selalu menyeringai buas bagai serigala
siap memangsa. Dia duduk di meja kami sebelum bertanya”Gimana Lib, sukses gak
loe”.

“Beres boss. Kapan mbah Tolib ini pernah gagal” jawab mbah Tolib sambil
berpaling kepadaku. “Dik Bram, dengarkan yah.. mulai sekarang dik Bram ini akan
selalu duduk diam di samping saja . Apapun yang terjadi, anggap saja dik Bram
sedang menonton TV. Dik Bram tidak akan melawan sedikitpun, ngerti!! ” Otakku
saat itu merasakan gelagat yang kurang beres, tapi entah kenapa aku merasa aku
harus menuruti perkataan mbah Tolib ini dan menganggukan kepalaku.

Kemudian mbah Tolib pun berpaling kepada Ivonne dan berkata “Dik Ivonne sekarang
dengerin. Dik Ivonne ini adalah seorang cewe penggoda pria yang haus seks…
yang kecanduan kontol, yang tidak pernah puas dengan kontol suami sendiri dan
tidak akan pernah menolak kontol lelaki manapun. Juga dik Ivonne ini harus
menurut dan submisif kepada laki2. Apapun permintaan seorang lelaki adalah
perintah yang dik Ivonne harus turuti. Mengerti.” Ivonne menganguk2 lemah.

“nah, dik Bram dan Ivonne, ini adalah bapak Jimmy, panggil aja om Jim. Dia
adalah sahabat baik mbah. Jadi kalian harus perlakukan om Jim ini baik2. inget
pesen mbah barusan.. “

Ivonne melemparkan senyum manisnya yang sungguh mengerakkan hati lelaki itu ke
Om Jim sambil menggoda “Om Jim.. kenalkan saya namanya Ivonne. yuk duduk sini
sebelah Ivonne” Om Jim pun langsung tertawa terkekeh2 dan diapun pun pindah
duduk di sebelah Ivonne. Ivonne memberikan reaksi yang lebih mengejutkan lagi
dengan merapatkan badannya untuk bersandar ke tubuh om Jim sambil berkata dengan
suara mendesah “Aduh Om Jim ini ganteng banget.. pasti banyak nih cewe2 yang mau
ngerubutin Om.”

Aku melihat muka si bandot tua om Jim ini bersinar2 seperti orang yang baru
menang lotre semilyar sambil menjawab “Wah.. om memang udah banyak kenal cewe.
Tapi yang paling cantik dan seksi ini dari semuanya yah Ivonne ini.”

Ivonne pun mencubit lengan om Jim ini sambil menjawab dengan genit “Ahh om bisa
aja… Ivonne jadi malu nih hihi..”.

Om Jim pun tertawa penuh kemenangan sambil merangkul Ivonne mesra dan berkata
“Om tidak bohong koq. Ivonne memang paling cantik dan seksi, hanya sayang agak
sombong. Om dari tadi udah larak lirik lihatin Ivonne tapi Ivonne malah melengos
ke arah lain”.

“Ahh om gitu aja marah sih. Iya deh Ivonne mohon maaf nih sama Om.. .” Ivonne
memohon

“Wah kagak bisa segampang itu.. biar bagaimana harus ada hukumannya dong” jawab
om Jim dengan senyuman penuh arti.

“Waduh om koq kejem banget sih… yah udah deh Ivonne ngalah dan bersedia terima
dihukum apa aja sama om”

“Bener nih, jadi Ivonne bersedia disuruh apa aja oleh om?”

“Iya bener om. Apa aja yang om minta, Ivonne tidak akan menolak. yang penting om
tidak marah lagi sama Ivonne” jawab Ivonne dengan raut muka penuh permohonan.

Si bandot tua itu pun tertawa lagi terbahak2 sebelum menjawab “Baik deh om tidak
akan marah lagi sama Ivonne. Om akan hukum kamu nanti, sekarang om mau bicara
sama suamimu dulu”. Om Jim berpaling kepadaku “eh, gue mau tanyain elu.. dan
loe mesti jawab sejujur2nya ngerti!!!”. tanyanya setengah membentak.

“Iya Om” jawabku lemah. Si bandot itu pun menanyakan mengenai kekayaanku,
saldoku di bank, barang2 berharga di rumahku, dan semua kujawab dengan jujur
tanpa kututupi. Selama ini tangannya pun tidak pernah lepas menelusuri lekuk
tubuh seksi Ivonne yang sudah pasrah itu.

Setelah selesai menginterogasi si bandot Jim itu pun tertawa lagi “Wah kali ini
kita bener2 beruntung nih, Lib. Udah cewenya cuakep banget.. bener2 bikin gue
nafsu .. dan cowo-nya juga kaya banget.. Bener2 untung besar kita ini.” Mbah
Tolib itu pun ikut tertawa.

“Ok… Di rumah elo ada orang lagi” tanya si bandot Jim ini.
“Tidak ada om. Di rumah cuma kami berdua” jawabku.

Si bandot Jim ini pun tertawa terbahak sambil menjawab “Bagus. .lebih baik
begitu memang”. Dia pun memberi tanda kepada ke tiga orang lagi di meja sebelah
kami. Ternyata si bandot ini punya tiga anak buah lagi yang sedari tadi duduk
di meja sebelah memperhatikan semuanya… atau lebih tepat memelototi Ivonne di
pelukan boss mereka. Mereka pun menghampiri kami sambil meneguk ludah melihat
kemolekan tubuh Ivonne.

Nah kalian kenalin nih. Ini Tarjo, Jono, dan itu si Supri.” kata om Jim. Tarjo
ini tampaknya adalah pengawal pribadi om Jim bertubuh kekar dan tegap, lengannya
penuh tato dan agak brewokan dengan rambut dipotong cepak. Sedangkan Supri
kelihatan seperti seorang pecandu obat dengan mata mengantuk dan tubuh yang
kurus kering seperti monyet. Giginya tonggos dan kejelekan tampangnya ini cukup
bersaing dengan bossnya si om Jim. Jono sendiri bertubuh gembrot dengan perut
buncit seperti hamil dan rambut kriting kribo. Tampangnya juga tidak jauh beda
dengan Supri.

“Nah .. sekarang kita ke bank dulu.. kemudian ke rumah elo.. Gua orang udah
kagak sabar pengen entotin bini loe yang seksi dan cuakep ini. Loe keberatan
gak?” tanya om Jim kepadaku ini dengan senyum melecehkan.
Pikiranku pun langsung kacau, rasa cemburuku mulai bangkit dan aku merasa
sesuatu yang tidak beres sedang terjadi. Tapi seperti ada kabut yang menutupi
akal sehatku sehingga aku cuma menjawab “Terserah om deh… Saya turutin om
aja”.

“Nah Ivonne.. mereka ini pegawai2 om. Mereka mau bantuin Ivonne buat beres2
rumah. Soalnya di rumah Ivonne banyak barang2 rongsokan. Ivonne tidak perlu
kuatir nanti biar mereka yang bersihin semua.” kata om Jim sambil menahan
ketawa-nya yang terkekek2. Mbah Tolib, Tarjo, dan Supri juga ikut tertawa2.

Aku sendiri masih termangu2 sambil berpikir “Barang rongsokan mana yang ada
dirumahku”. Tapi Ivonne sudah menjawab “Ok om.. Ivonne percayakan sama om deh.”

“Ok kita berangkat sekarang. Om dan mbah Tolib akan ikut mobil kalian. Biar mas2
ini mengikuti dibelakang”.

Kami semua bangkit berdiri dan berjalan ke tempat mobil kami. Selama kami
jalan, Ivonne jalan disebelah om Jim ini dan aku sendiri merasa banyak orang2
yang kelihatan bingung melihat pasangan BB. Istriku Ivonne yang cantik molek
tampak merangkul seorang lelaki tua yang gendut dan pendek dan pantas menjadi
bapaknya ini. Ivonne sendiri tampak begitu pasrah dan submisif terhadap si
bandot Jim ini. Dia bagaikan seekor tikus kecil yang lemah di tengah kawanan
kucing liar yang buas. Hatiku merasakan ada bahaya besar mengancam kami berdua,
terutama terhadap Ivonne istriku, tapi pikiranku benar2 seperti diliputi kabut
dan yang terpikir olehkku hanya menuruti om Jim dan mbah Tolib ini. Tanpa terasa
mobil kami pun sudah dekat….

Sesampai di mobil, si bandot Jim itu pun berkata “Tolib, eloe duduk di depan yah
sama dia, gue mau duduk di belakang sama Ivonne”.
“Beres boss” jawab mbah Tolib ini dengan senyum penuh arti.
“Nah sekarang dik Bram ke bank dulu ambilin duit buat om Jim ngerti”, perintah
mbah Tolib kepadaku.
“Iya mbah” aku cuma menjawab lemah. Mobilpun kunyalakan dan aku mulai menyetir
sambil sekali2 melirik ke bangku belakang.

Apa yang kulihat pun sangat mengagetkanku, om Jim tampak sedang menciumi leher
Ivonne. Kedua tangannya pun aktif bergerilya di tubuh Ivonne. Yang satu sudah
menyelinap ke balik kemeja Ivonne dan aku bisa melihat tangannya sedang meremas2
dan memijat buah dada Ivonne yang montok itu. Ivonne sendiri sudah duduk
mengangkang, roknya sendiri sudah disingkap oleh om Jim sehingga celana
dalamnya pun terpampang dengan jelas. Hari itu Ivonne memakai CD thong merah
yang merupakan favoritku. Thong itu memang sangat seksi karena praktis hanya
seutas tali yang menutupi selangkangan Ivonne. Cuma ada sedikit kain segitiga
transparant yang menutupi bagian intimnya. Ditambah lagi dengan bulu2 jembut
Ivonne ini yang agak jarang sehingga vaginanya ini sudah terlihat dengan jelas
dibalik thongnya ini. Tangan om Jim ini pun tampak sibuk menjelajahi bagian2
paling rahasia Ivonne itu.

Mbah Tolib nampak sudah ngiler banget dan menelan ludah berkali2 melihat
kemolekan tubuh Ivonne istriku ini sambil bergumam. “Busyet deh ini cewe jaman
sekarang koq pake CD nya seperti ini. “

“He.. heh he.. ini memang rejeki kita. Mungkin Ivonne sudah tahu kalau hari ini
memeknya akan dipamerin ke kita. ha ha ha.” om Jim ini tertawa2 tapi jari2
tangannya terus bekerja mengelus2 dan menekan daerah vagina Ivonne. Kemudian
jari om Jim ini menjepit thong Ivonne lalu menggesernya ke samping. Kemudian
jarinya pun dengan gesit menyelinap masuk ke kemaluan Ivonne dengan tiba2.

“Aaaahh ..oohh…. omm.. pelan2…. omm. sakit.. omm…. ” jerit Ivonne yang
tampak kaget karena kemaluannya ditembus secara tiba2 oleh jari om Jim ini.

“He. he… tapi enak kan Ivonne.. buktinya ini sampe basah begini nih.” bales
om Jim dengan senyumnya yang melecehkan.

“Ahh… ii.. iyaa.. omm… enuaakk….ahh… geli omm… oohhh hmmphh”
perkataan Ivonne terputus di tengah2 karena tiba2 saja si bandot Jim ini melumat
bibir mungil Ivonne dengan mulut lebar nya itu. Ivonne pun membalas pagutan om
Jim ini dengan penuh gairah.

Setelah puas melumat bibir mungkin Ivonne, om Jim menghentikan serangannya dan
berkata “Von, dibuka dong bajunya. Om mau lihat toket kamu nih.”
Ivonne menjawab dengan nafas yang masih memburu “Aduh Om.. jangan ah.. malu
dong nanti dilihatin orang gimana”.
Om Jim pun tertawa sebelum berkata “Ivonne… body kamu itu bagus dan seksi
sekali. Om belum pernah ketemu cewe seseksi kamu. Jadi memang sudah
sepantasnya kalau body kamu itu dipamerin ke orang. bukan ditutup2pin.. Itung2
bagi2 rejeki. Juga kaca mobil ini kan hitam pekat.. orang tidak mungkin bisa
lihat dari luar. Paling2 cuma mbah Tolib ini yang lihat, tapi kamu tidak usah
malu sama dia. Nanti dia malah akan lebih mengenal badan kamu lebih lagi”
Perkataan om Jim ini disambut oleh mbah Tolib dengan tawanya yang keras.

“Iya deh om.. Ivonne buka sendiri yah” kata Ivonne dengan manja sambil
tangannya bergerak untuk membuka kancing bajunya. Perasaan dan pikiranku
sendiri sudah tercampur aduk saat itu dan aku cuma bisa menonton saja. Untung
memang kaca mobilku ini hitam pekat juga mobilku ini model tinggi sehingga orang
luar memang tidak gampang bisa melihat ke dalam. Kalau tidak bisa2 ditangkap
polisi kita.

Sesuai dengan hipnotis mbah Tolib, Ivonne ini mulai memainkan perannya sebagai
seorang cewe penggoda. Dia membuka kancing bajunya dengan perlahan2. Om Jim
sendiri lama2 sudah tidak sabar dan dengan cepat mengulurkan tangannya dengan
niat membuka sendiri kancing2 baju Ivonne.

Ivonne pun cepat2 berkelit dan menggoda om Jim ini “Eit.. sabar dong om… nanti
juga om akan bisa lihat semua. Tubuh Ivonne ini sudah diserahkan sama om.”
Dengan berat om Jim akhirnya berhasil menyetop dirinya dan berkata “Ok ok deh om
bakalan tungguin Ivonne buka sendiri”.

Dengan gaya seorang penari bugil yang profesional, Ivonne pun pelan2 membuka
kancing2 bajunya. Om Jim dan mbah Tolib ini rasanya sudah seperti terhipnotis
oleh tingkah Ivonne ini. Mereke seperti menjadi patung saja, tidak bergerak
sedikit pun cuma memelototi Ivonne dengan tidak berkedip. “Rasain senjata makan
tuan ini namanya. Biarin elu tua2 bangka kena serangan jantung sekalian.”
makiku dalam hati.

Setelah entah berapa lama, Ivonne selesai juga membuka semua kancing bajunya
ini. Dia pun pelan2 menurunkan bajunya sambil tetap menyilangkan tangannya di
depan dada menutupi dadanya yang montok itu. Om Jim dan mbah Tolib ini pun
tidak berkedip memelototi tubuh molek Ivonne yang pelan2 mulai tersingkap,
Pertama2 bahunya yang terlihat dengan tali bh-nya yang juga berwarna merah,
kemudian punggung dan terakhir perut mulusnya. Tetapi Ivonne sendiri tetap
menyilangkan tangannya di depan dada sambil berkata “Nah om.. sudah cukup yah..
segini aja.”

Om Jim sendiri sudah tidak tahan dan berkata sambil menelan ludah “Ivonne, ayo
dong.. buka juga bhnya.. om dan mbah mau lihat toked kamu nih”.
Ivonne cuma tersenyum genit sambil berkata “Iya deh Ivonne ngaku kalah..
Nih…..” Kali ini Ivonne mengagetkan semua orang karena secara tiba2 Ivonne
menarik bhnya dan memperlihatkan sepasang toketnya yang montok sempurna.
Rupanya Ivonne memakai bh yang mempunya kaitan di depan sehingga dapat dibuka
dengan cepat .Mbah Tolib dan om Jim sendiri tampak terkesima melihat pemandangan
indah di hadapannya. Toket Ivonne itu tidak besar tapi juga tidak kecil.
Tampak kencang dan bulat dengan puting berwarna pink yang menjulang. Ditambah
dengan perutnya yang rata sehingga toketnya kelihatan lebih besar. Itu semua
sebab Ivonne rajin olahraga untuk menjaga tubuhnya.

Tepat disaat ini, kita pun sudah sampai di bank. Om Jim yang baru tersadar
cepat2 berkata “Tolib, eloe cepetan ambil duit sama dia”. Mbah Tolib sendiri
dengan sangat terpaksa menuruti dan turun dari mobil bersamaku.

Setelah menguras semua uangku yang tersedia di bank, mbah Tolib pun cepat2
kembali ke mobil. Setiba di mobil, aku melihat Ivonne duduk mengangkang di
pangkuan om Jim sambil menghadap ke arah dia. Om Jim sendiri tampak asik sedang
menyusu di toket Ivonne yang montok itu. Mulutnya yang besar itu seperti
mencaplok setengah dari toket Ivonne. Sementara toket satunya habis diremas2
dan pijit oleh tangannya. Sementara Ivonne sendiri mendesah2 dan meracau dengan
kata2 “Iya… teruss.. omm.. ooohh.. isep terus pentilnya om…. aduh.. “. Mata
mbah Tolib tampak seperti hampir melompat dari lobangnya, dia pun cepat2
menyuruh aku menyetir pulang ke rumahku.

Aku menyetir dengan perasaan yang tidak bisa digambarkan. Ada rasa marah,
cemburu karena sekarang aku harus merelakan tubuh molek istriku dinikmati orang.
Juga ada perasaan terangsang yang luar biasa melihat cewe secantik Ivonne ini
dikerjai oleh lelaki tua yang jelek dan gendut ini. Setelah sekian lama
menikmati toket Ivonne, om Jim bertanya “Ivonne sudah siap dihukum?”

Ivonne menjawab dengan menganggukkan kepalanya.
Om Jim pun menambahkan ” Nah kalau gitu, Ivonne harus sepong kontol om ini.”
Ivonne pun menjawab dengan suara seksinya “Ah kalau cuma disuruh isep titit om
sih Ivonne juga bersedia tanpa dihukum koq.”
Om Jim mengedipkan mata sekejap ke arah mbah Tolib sebelum menjawab “Oh…
Ivonne ini suka dengan kontol yah.. Jangan kuatir masih banyak kontol2 laen yang
Ivonne bisa coba. Contohnya kontol mbah Tolib ini.”
Ivonne tidak menjawab dan cuma tersenyum tersipu2.. tapi tangannya bergerak
cepat dan membuka retsleting celena om Jim dan lalu menarik celana berikut
kolornya ke bawah. Ivonne pun pelan2 menurunkan kepalanya dan mulai menjilat2
kontol om Jim ini. Aku pun melirik ke belakang dan kulihat kontol si bandot ini
ternyata tidak terlalu besar mungkin sekitar 12-an senti.. Lebih kecil dari
punyaku walau ternyata berdiameter lebih besar. Tidak lama kemudain Ivonne
membuka bibir mungilnya dan mulai memasukkan kontol si bandot Jim ini ke dalam
mulutnya. Senti demi senti kontol om Jim ini pun melewati bibir merekah Ivonne
sampai akhirnya amblas semuanya dan bibir Ivonne pun menempel di selangkangan si
bandot ini. Aku bisa membayangkan kenikmatan yang diperoleh si bandot ini,
sebab aku tahu Ivonne memang ahli dalam menyepong kontol dan dia pun pandai
melakukan deep throat. Awalnya memang Ivonne suka tersedak ketika pertama kali
mencoba dep throat kontolku tapi tidak berapa lama kemudian dia mampu menelan
semua kontolkku.

Om Jim pun tampak merem melek keenakan ketika Ivonne mulai memaju mundurkan
mulutnya dan memompa kontolnya itu.

“Waduh enuakk bener… Lib… Tolib eloe mesti cobain nih.. gila si Ivonne ini
hebat bener nyepong nya… kontol gue amblas semua di mulutnya.”. Ivonne
sendiri tampak menghisap kontol itu dengan penuh nafsu. Dia mengeluarkan selurh
kepandaiannya. Sebentar dia berhenti memompa, lalu kontol itu diisep
sekuat2nya lalu ditambah dengan sapuan2 lidahnya di bawah kepala jamur si bandot
Jim ini. Nafas om Jim in sudah semakin memburu, tampaknya tidak lama lagi dia
akan mencapai puncak.

Ivonne menghentikan sepongannya lalu beganti menjilati dan memainkan bola2 pelir
si bandot ini. Om Jim ini sendiri tampak mengeluarkan teriakan2 kecil penuh
nikmat setiap kali bola2nya dimainkan oleh mulut dan lidah Ivonne.

“Ayo dong om .. .kapan nih keluarnya.. Ivonne haus nih kepengen minum pejuh nya
om… ” seru Ivonne sambil terus mengocok kontol om Jim dengan tangannya.

“Sebentar lagi Ivonne sebentar lagi nih… Om udah mau sampe nih” jawab om Jim
terengah2.

Pertanyaan Ivonne ini sungguh2 mengagetkanku sebab aku tahu selama ini Ivonne
tidak pernah mau menelan pejuhku. Dia memang sering menyepong kontol ku, tapi
setiap kali pejuhku pasti dikeluarkan di tangannya atau di tissue. Satu saat
aku pernah ngecrot di mulutnya.. Ivonne sendiri hampir muntah dan dia marah2
setelah itu. Aku merasa iri sekali terhadap si bandot Jim ini. Pejuhnya
adalah yang pertama ditelan oleh Ivonne.

Tidak lama kemudain om Jim pun mulai mengejang dan berteriak “Ahh.. ahh sekarang
Ivonne sekarang”

Ivonne tampak membelalakan matanya dan mulutnya pun langsung mengatup di kontol
om Jim sambil terus disedot sekuat2nya.

“Arggahh.. arrhh.. ” teriak si bandot itni. Ivonne sendiri berusaha untuk
menelan semua pejuh si bandot ini tapi tidak urung ada juga sedikit yang meluap
keluar dari bibirnya yang mungil itu. Tampaknya pejuh si bandot ini lumayan
banyak sehinggak Ivonne baru dapat menghabiskannya setelah menelannya beberapa
kali.

Tidak berapa lama kemudian tembakan pejuh kontol om Jim ini berhenti tetapi
Ivonne sendiri masih terus menyedot dan menghisap sampai om Jim sendiri yang
menyetopnya.

“Sudah Von,… om tidak tahan nih terlalu sensitif.. ” om Jim berkata terengah2.

Ivonne pun melepas kontol om Jim yang sudah kecil itu sambil berkata, “Sedap
sekali omm…Ini masih ada sisa .. Sayang kalau terbuang”.
Lalu jari tangannya pun mencolek sisa2 pejuh om Jim di dagunya sebelum kembali
dimasukkan ke mulutnya kemudian disedot2 .
Mbah Tolib sendiri dari tadi sudah terbengong2 melihat kerakusan Ivonne.

“Duh hebat kamu Von… kalau belum puas, masih ada lagi tuh” tukas om Jim
sambil melirik ke arah mbah Tolib.

“Mbah Tolib juga mau mbah” tanya Ivonne dengan manja.

“Ohh sudah pasti dik Ivonne.. jangan kuatir saya tanggung dik Ivonne akan sangat
puas kalau nyepong punya saya. Nah sekarang kita udah sampai nih” jawab mbah
Tolib.

Dan memang saat itu kita sudah tiba di rumah dan mobilku sudah diparkir di
garasi. Tarjo dkk juga mengikuti rapat di belakang.

“Nah Ivonne, sekarnag kamu om serahkan ke mbah Tolib yah. Nanti om bakal
ketemuin kamu lagi” kata om Jim.

“Iya om” jawab Ivonne sambil langsung turun dari mobil tanpa mengenakan bh atau
kemejanya lagi. Tarjo, Jono, dan Supri tampak melotot melihat pemandangan indah
dihadapan mereka.
Ivonne sendiri tidak mempedulikan pelototan mereka semua, dan dia malah menambah
aksinya dengan mengubah gaya jalannya yang dibuat seseksi mungkin. Pantatnya
yang montok juga toket bulatnya terguncang2 di setiap langkahnya.

Mbah Tolib merangkul Ivonne dan mengajaknya ke kamar idurkuku, sedangkan aku
disuruh om Jim untuk menunjukkan barang2 berharga di rumah kami. Tarjo dkk juga
mengikuti kami. Disaat mereka sedang menguras barang2 di ruang kerjaku, aku
mendengar pekik kaget Ivonne dari kamar tidur. Om Jim sendiri tertawa2 sambil
berkata “Kayaknya bini loe udah bertemu dengan senjatanya si Tolib. Gue jamin
deh bini loe bakalan dapet pengalaman yang tak terlupakan. Hehhe “. Aku tidak
mengerti apa maksud kata2 om JIm ini, tapi jawabannya pun kudapat tidak lama
kemudian.

Om Jim meyuruh Tarjo bertiga untuk mengangkat barang2 berharga di rumah kami ke
truk yang sudah disiapkan mereka. Sedang dia menyuruh aku ikut ke kamar tidur.
Sesampai di sana, aku melihat Ivonne sedang menyepong kontol mbah Tarjo di atas
ranjang kami. Mbah Tarjo sendiri sudah telanjang bulat dan berbaring telentang
dan… kontolnya itu.. busyet besar sekali.. Mungkin sekitar 25-an centi dengan
diameter yang tidak kalah besarnya. Ditambah lagi dengan urat2 yang tampak
menonjol di sekitarnya. Ivonne sendiri merangkak di atasnya masih mengenakan
rok mini-nya yang tersingkap tinggi dan menunjukkan thong merahnya itu.

Melihat kami berdua, mbah Tolib sendiri tertawa sambil berkata “Wah bener nih
boss. Kita bener2 beruntung… dik Ivonne ini bener2 jago nyepong nih.. hehehhe”

Ivonne sendri berusaha sebisa mungkin untuk memasukan kontol mbah Tolib
sepenuhnya ke dalam mulut mungilnya, tapi cuma sekitar 1/3 nya yang berhasil
masuk mulutnya karena kebesaran. Dia terus menjilat dan menhisap kontol mbah
Tolib.

Om Jim sendiri tertawa2 dan dia langsung melepaskan semua bajunya untuk
telanjang juga sambil bertanya “Gimana Von. kontol mbah Tolib enak kagak”

Jawaban Ivonne cuma gumaman karena mujlutnya tersumpal oleh kontol besar itu.

Om Jim tidak membuang2 waktku lagi dan langsung merangkak ke belakang Ivonne.
Kedua tangannya merayap di kaki Ivonne pertama2 dari betis, naik ke paha dan
akhirnya ke daerah kewanitaan Ivonne. Setelah bermain2 sebentar tangannya pun
menarik turun rok Ivonne dan sekarang Ivone cuma mengenakan thong merahnya itu.

Om Jim pun berhenti sejenak untuk mengagumi keindahan pantat Ivonne yang penuh
berisisi itu.

“Waduh gue udah kagak tahan nih pengen lihat memek-nya.” dan om Jim pun menarik
turun thong merah Ivonne dan melucutinya melewati kedua kaki Ivonne. Sekaraag
tampaklah daerah intim Ivonne, vaginanya yang berwarna merah jambu dan itilnya
yang mengintip di ujungnya. om Jim tidak membuang waktu lagi dan langsung
menundukkan kepalanya dan mulai menjilatii vagina Ivone.

Kelihatannya si bandot Jim ini cukup ahli dalam teknik oralnya sehingga Ivonne
pun berteriak2 keenakan “Iyaa omm.. aahh enakk ommm teruss omm.. jilatin punya
Ivonne omm..” Tidak lama kemudian om Jim pun merubahkan posisi dan membaringkan
Ivonne terlentang sambil kedua pahanya dibuka lebar2 untuk memudahkan akses ke
vaginanya Ivonne ini.

Mbah Tolib tampak mengalah dan tidak memaksa Ivonne untuk terus menyepong
kontolnya,. Dia mulai menciumi bibir Ivonne dengan ganas lalu mulut
keriputnya. itu pun turun dan mulai bermain2 di toket Ivonne.

Ivonne sendiri tampak kewalahan melayani 2 lelaki ini, dan mereka pun terus
menyerang bagian2 sensitif Ivonne sehingga Ivonne mendapat kepuasan yang tidak
terhingga. Dia terus meracau “Ahh.. terus omm. jilatin lebih dalem lagi om..
teruss.. mbah… isep pentilnya Ivonne mbah..”

Tidak lama kemudian tubuh Ivonne pun mengejang kaku dan dia berteriak “Aaahhh
omm.. mbah.. Ivonne……..aahh enakk…ooohhh”. Ternyata Ivonne sudah mencapai
puncak kenikmatan pertamanya.

Setelah mengejang beberapa lama, Ivonne pun melemas dan kedua bandot tua ini
cuma terkekeh2 ketawa. “Eh lihat tuh.. bini loe puas bener ngelayanin kita
berdua. Jangan salahin kita loh kalau nanti dia sendiri yang nyari2 kita..
heheh… ” ejek om Jim kepadaku. “Sekarang eloe perhatiin gue mau entotin bini
lue nih” tambahnya

“Nah Ivonne, sekarang siap yah.. om akan masukin nih.. mau cobain memek Ivonne
nih.” kata Om Jim sambil mengangkat satu kaki Ivonne yang disangkutkannya di
bahunya sehingga pinggul Ivonne pun tertarik ke atas. Ivonne tidak memberikan
jawaban dan cuma mengangguk lemah.

Mbah Tolib pun bergerak ke arah muka Ivonne dan berkata “dik Ivonne .. daripada
mulutnya nganggur .. isep kontol mbah lagi yah.. .Kita coba masukin lebih dalem
lagi mau..”

Ivonne pun menurut dan membuka mulut mungilnya itu langsung disumpal oleh kontol
raksasa mbah Tolib.

Om Jim pun mulai memasukkan kontolnya ke vagina Ivonne senti demi senti.
Kiranya carian kenikmatan Ivonne memudahkan kontol sibandot Jim ini menerobos ke
dalam. Ketika sudah masuk kurang lebih setengah dia pun langsung menyentakkan
kontolnya hingga semuanya masuk amblas. Ivonne sendiri tampak lebih sibuk dengan
kontol raksasa di mulutnya itu yang mulai menjelali tenggorokannya. Kiranya
dengan posisi Ivonne yang terlentang, kontol raksasa mbah Tolib berhasil masuk
lebih dalam lagi ,kurang lebih setengahnya sudah masuk ke mulut Ivonne. Tapi
mbah Tolib ini belum puas dan terus mendorong kontolnya ke mulut Ivonne. Ivonne
tampak kewalahan dan mulai meronta2.

Mbah Tolib tetap tidak mau mengerti dan berkata “Dik Ivonne.. tenang aja yah..
jangan meronta terus. nanti malah sakit. .Coba sekarang lemaskan mulut dan
tenggorokanmu.. jangan dilawan..”
Ivonne pun menuruti saran mbah Tolib dan mulai melemaskan tenggorokannya.. Luar
biasa sekali, aku melihat kontol raksasa mbah Tolib berhasil masuk lebih dalam
lagi.

“Nah begitu dong. ayo terusin…. nih tinggal sedikit lagi… masuk semuanya…
” ujar mbah Tolib memberi semangat. Reaksi Ivonne lebih mengejutkan lagi ketika
dia menjulurkan kedua tangannya untuk memeluk pinggul mbah Tolib yang lalu
ditekannya ke arah mulutnya. Dengan bantuan dorongan tangannya, Ivonne berhasil
menelan seluruhnya penis raksasa mbah Tolib. Bibir mungil Ivonne tampak
tertarik lebar agar bisa dilewati kontol raksasa mbah Tolib ini.

Tepat disaat itu, Tarjo bertiga pun masuk ke kamarku. Mereka berdiri termangu2
melihat semua ini, pemandangan di depanku ini bener2 sangat merangsang..Betapa
tidak seorang cewe muda cantik yang puth bersih mulus tampak sedang digang bang
oleh 2 lelaki tua. Cewe itu pun disumpal oleh 2 kontol di mulut dan vaginanya.

“Eh.. eloe bertiga udah selesai.. Cepet ambil barang2 di kamar ini. Itu di laci2
meja sana dan di lemari juga. Kalau udah selesai, baru elu boleh bersenang2
sama vonne ini.. hahaha” om Jim tertawa keras.

“Nah Ivonne siap yah kita mulai sekarang” kata om Jim. Berbarengan om Jim dan
mbah Tolib ini pun mulai memompa kontol mereka bergantian. Semakin lama semakin
cepat, dan Ivonne sendiri tidak bisa banyak bergerak karena jepitan kedua kontol
ini dan hanya bisa pasrah saja pada keadaannya.

“Wah… gila memeknya enak bener… Masih seret dan ngejepit… eloe2 bener2
mesti terima kasih sama gue nih… kalau bukan karena gue tak nanti eloe orang
bisa nyobain cewe cakep kayak gini. “kata si bandot Jim ini dengan tertawa2.

Tarjo dengan tampang beringasnya tampak tidak terlalu menanggapi. Tapi Supri
langsung menambahi “Iyaa boss, kalau bukan boss mana bisa kita2 nikmatin cewe
seperti ini. Kalaupun bayaran tidak ditambah, kita juga betah koq kerja sama
boss terus. hehehe”. Tampaknya Supri cukup pintar menjilat pantat bossnya ini.
Sedangkan Jono dengan perut buncit dan tampang bodohnya seperti sudah kehilangan
pikiran dan cuma cengar-cengir saja.

Pada saat Jono dan Tarjo mengepak barang2 di dekatku, aku pun dengar mereka
berbisisk2.

“Mas Supri, ini bener mas .. enter kita dikasih ngentot sama nyonya muda cakep
itu..??” tanya Jono.
Supri membalas dengan senyum mesumnya “Eh eloe masih baru di kelompok kita.
Nanti eloe bisa buktiin sendiri. Gini2 gue udah ngentot sama beberapa cewe yang
cakep2 kayak dia itu. Beda dengan perek2 kampung.. apalagi sama bini loe yang
gembrot itu. Pokoknya dijamin puas deh…”
“Iyaa mas.. mimpi apa semalam yah.. Bisa maen sama cewe muda cantik kayak
bidadari itu. ” bales Jono.
“Hoii… kerja cepetan,, jangan banyak bacot terus… Gua juga udah kagak
sabaran mau ngentotin cewe itu… ” bentak Tarjo. Jono dan Supri cuma bisa
terdiam dan buru2 menyelesaikan tugasnya.

Tubuhku langsung lemas begitu mendengar semua perkataan mereka. Tadinya aku
berharap cuma si bandot Jim dan mbah Tolib yang akan memperkosa istriku Ivonne,
tapi tampaknya si bandot Jim ini akan menyerahkan Ivonne kepada ketiga bajingan
ini juga. Ivonne akan digang bang habis2an oleh mereka berlima ini dan aku
tidak bisa berbuat apa2 untuk menyetopnya.

Tidak berapa lama kemudian, aku mendengar om Jim berteriak dan tubuhnya
mengejang. Kontolnya pun ditancapkan sedalam2nya ke kemaluan Ivonne.

“Argghh.. ahh… anjing.. enak bener..aaahhh”teriak si bandot Jim ini. Setelah
beberapa lama, kontolnya pun ditarik keluar dan terlihat pejuh yang menetes
keluar dari kemaluan Ivonne. Kemudian sambil tertawa2 dia pun duduk di sofa.
Mbah Tolib pun tidak menyia2kan kesempatan ini dan cepat2 menarik kontol
raksasanya dari mulut Ivonne dan berpindah ke arah selangkangan Ivonne.

“He he.. dik Ivonne siap yah.. dijamin puas deh… dientot sama kontol mbah ini”
tawa mbah Tolib sebelum mulai memasukkan kontolnya ke kemaluan Ivonne. Mbah
Tolib tampaknya ingin mempermainkan Ivonne lebih lagi dan sengaja cuma memasukan
kepala kontolnya saja. Ivonne pun mencoba beberapa kali untuk menarik kontol
raksasa itu lebih dalam lagi, tapi mbah Tolib sengaja menahan2 terus.

“Aahh mbah.. masukin dong mbah kontolnya… daleman… mbah” pinta Ivonne
setengah memelas.
Mbah Tolib tertawa2 sambil berkata “Yah sudah deh.. karena dik Ivonne mintanya
baik2.. tapi mesti usaha sendiri dong”
Ivonne tidak menjawab tapi kedua kakinya langsung dilingkarkan di pinggul mbah
Tolib. Dengan bantuan kedua kakinya Ivonne berhasil memasukan kontol mbah Tolib
semuanya ke dalam kemaluannya.

Tanpa menunggu lagi, Mbah Tolib pun mulai memompa kontolnya yang disambut Ivonne
dengan racauan dan teriak2an “Ahh mmbahh. .enakk mbah… ahh”. Ivonne tampak
menikmati di-entot oleh kontol sebesar mbah Tolib ini. Tepat disaat itu, aku
melihat Tarjo yang sudah bertelanjang bulat berlutut di dekat kepala Ivonne.
Kontol Tarjo ini lumayan besar, lebih besar dari kontol om Jim, tapi masih kalah
oleh kontol raksasa mbah Tolib.
“Hoi.. lonte..isep dan jilatin kontol gue nih.. cepet…Gue mau cobain lobang
pantat eloe.” perintahnya.
Ivonne tampak kaget, tapi ia tidak menolak dan cuma memohon “Iya.. mas Tarjo…
tapi pelan2 yah mas. Ivonne takut .. soalnya Ivonne belum pernah begituan di
belakang sana.”
“Yah udah…eloe bakal dapet pengalaman baru… cepetan jilatin sampe basah..
Kalau kurang basah.. nanti elu yang sakit sendiri… “bales Tarjo.
Ivonne pun tidak membantah dan mulai menjilati dan menghisap kontol Tarjo.
“Nah gitu … teruss..jilatin sampe basah … ” kata Tarjo. Setelah merasa
cukup, Tarjo pun beringsut pindah ke arah pantat Ivonne dan bersiap2 memasukkan
kontolnya.
“Pelan2 yah mas Tarjo.. Ivonne takut mas..” pinta Ivonne.
“Aaahh udah… eloe diam aja.. nanti juga bakalan enak….” bentak Tarjo yang
mulai memasukkan kontolnya ke anus Ivonne.
“Argghh.. adduuhh sakiiit mass… pelan2 mas.. aarrhhhh” Ivonne berteriak2, tapi
Tarjo sama sekali tidak perduli dan terus mendorong kontolnya itu hingga amblas
semuanya. Tepat di saat mulut Ivonne masih menganga, tiba2 Supri sudah
menyumpalnya dengan kontol hitam panjangnya.
“Hehhe.. daripada teriak2 gitu. mending elu isep aja nih kontol gue..hehe” kata
Supri cengengesan.

Sedari tadi, perhatianku memang tertuju kepada Ivonne dan aku sama sekali tidak
memperhatikan Supri dan Jono. Kiranya mereka sudah selesai mengangkut semua
barang2 di kamar tidurku. Bahkan mereka juga sudah bertelanjang bulat dan
sekarang tibalah saat yang mereka nanti2kan untuk mencicipi tubuh Ivonne. Jono
sendiri juga ikut mengerumuni Ivonne, tapi cuma kebagian tangan Ivonne yang
disuruh mengocok kontolnya. Jono ini ternyata cuma gede di perut saja, karena
kontolnya justru paling kecil dari mereka. Kontol Supri sendiri lumayan panjang
tapi kurus seperti orangnya.

“Gimana No, enak kagak kontol loe dikocok sama cewe cakep ini?” tanya Supri.
“Wah.. enak bener.. Sup. tangannya aluss bener eeii… ” bales Jono.
“Hehhe. .nanti eloe mesti cobain nih mulutnya.. Isepannya bener2 nikmat nih”
bales Supri lagi.

Dengan kasar, Supri meremas2 kedua toket Ivonne sambil memompa kontolnya
sedalam2nya ke mulut Ivonne. Terjepit oleh tiga kontol ini Ivonne cuma bisa
berbaring pasrah. Tetapi desahan2 nikmat mulai terdengar dari mulut Ivonne yang
semakin lama semakin keras. Tubuhnya pun mulai begetar2. Kiranya rasa sakit di
anus Ivonne mulai tergantikan oleh rasa nikmat. Rasa nikmat yang terus
bertambah2 sehingga tubuh Ivonne pun mulai mencapai puncaknya. Kiranya Ivonne
mengalami multi orgasme yang susul menyusul. Tubuh Ivonne terguncang2 hebat
ditambah dengan teriakan2 nikmat dari mulutnya.

Tepat di saat itu, kontol mbah Tolib pun menembakkan pejuhnya yang bercampur
dengan cairan kenikmatan Ivonne. “Aarhh eeeuuhh… dik Ivonne.. terima nih
pejuh mbah” teriak mbah Tolib.
Aku melihat kontol raksasa mbah Tolib itu berkedut2 beberapa kali memuntahkan
lahar panas itu sebelum akhirnya mulai mengecil dan terlepas dari kemaluan
Ivonne.

“aahh enakk.. bener2 nikmat memek yang satu ini” ujar mbah Tolib sambil duduk
beristirahat. Melihat akses ke vagina Ivonne sudah terbuka, Supri pun langsung
mencabut kontolnya dari mulut Ivonne dan buru2 pindah ke kemaluan Ivonne.
Bleesss.. sekali tusuk, Supri berhasil memasukkan kontol kurusnya itu, dan dia
pun mulai memompanya. Jono pun cepat pindah ke mulut Ivonne.

“Sek.. ah mau rasain kontol disepong kayak apa…” ujar Jono.
“Waduh.. No.. eloe belum pernah disepong.. Lah ngapain luh ada bini?? ” tanya
Supri.
“Anu mass… bini saya tidak mau nyepong.. jorok katanya” jawab Jono kemalua2an.
“Waahhha… eloe berarti bener2 beruntung… Pertama kali langsung kontol eloe
disepong cewe kayak bidadari ini. Ngess tuh sana ” dorong Supri.

“Aarhhh….. aauuhh..ohh” teriak Tarjo yang sedari tadi diam saja memompa
kontolnya di anus Ivonne. Ternyata dia juga sudah selesai juga dan Tarjo
mencabut kontolnya dari anus Ivonne dan pergi ke kamar mandi membersihkan
kontolnya itu. Lega karena anusnya sudah lepas dari kontol Tarjo, semangat
Ivonne pun bertambah naik dan ia pun menggoda Jono “Iyaa.. mas.. sini jangan
malu2..Kalau bini mas Jono tidak mau.. Ivonne mau koq….diiseppp yah.. nanti
ketagihan deh.. pasti…” Jono dengan tampang kebodoh2an nya pun buru2 memenuhi
panggilan Ivonne. Ivonne mulai menggoda Jono dengan menjilati kepala kontolnya
dan menyentil2 bagian bawah kepala jamurnya dengan lidahnya.

“Sekk … ahh enak bener nih Sup..” ujar Jono terengah2.
“Hihih.. itu sih belum apa2 mas.. nih mulai yah.. Ivonne sepong nih..” goda
Ivonne yang langsung memasukkan kontol Jono semuanya ke dalam mulutnya.
Karena kontol Jono yang kecil, Ivonne tampak leluasa mengeluarkan semua
kemampuannya. Kontol itu dikulum, diisepnya kuat2, dan dipompanya dengan nafsu.
Jono berteriak2 seperti anak kecil dan kelhatannya tidak lama lagi kontolnya
sudah akan muncrat. Sementara pompaan kontol Supri pun mulai menaikkan kembali
gairah Ivonne. Dia pun mulai mengerang2 dan mendesah2 lagi.

“Hehheh…. enak yah kontol abang ini….” tanya Supri.
“Ehh.. ueenakk bang.. teruss.. bang… ahh” bales Ivonne.
“Ayoo.. bang Supri.. terus.. Ivonne udah mau .. .nih…. aahh.. bang… AAAHHH”
Ivonne kembali mendapat kenikmatan yang juga dibarengi oleh teriakan Supri.
Ternyata mereka mencapai puncak bersama2. Jono ternyata cukup pengertian dan
tidak memaksa Ivonne untuk terus menyepong kontolnya. Dia tampak sabar saja
menunggu.

Setelah beberapa saat, Ivonne baru tersadar akan Jono di dekatnya. Ia pun
memanggil Jono . “Ayoo mas Jono.. kasihan .. dari tadi belum sampai… mas..
yukk Ivonne terusin.. dijamin deh bentar lagi juga keluar”. Ivonne kembali
memompa kontol Jono di mulutnya. Nafas Jono pun nampak semakin memburu.
Menyadari apa yang akan terjadi, Ivonne pun berkata “Ayoo mas Jono.. keluarin di
mulut Ivonne ..Ivonne mau minum pejuh mas Jono… ” sambil tangannya memompa
kontol Jono dengan cepat, lalu Ivonne pun membuka mulutnya. Tidak lama kemudian
penis Jono bergetar dan “Arrgghhhh….” crat… crat… crat.. kontol Jono
memuntahkan pejuhnya ke mulut Ivonne yang menganga lebar itu.. Ternyata pejuh
Jono ini lumayan banyak dan mulut Ivonne pun sampai penuh olehnya. Setelah
kontol Jono selesai menembakkan pejuhnya, Ivonne menutup mulutnya dan menelan
semua pejuh di mulutnya dengan sekali teguk.

“Ahhh enak.. mas… ma kasih yah… sini Ivonne bersihin” Ivonne pun memasukkan
lagi kontol Jono ke mulutnya yang langsung dihisap dan dibersihkannya hingga
licin mengkilap. Supri pun mengiri dan berkata “Mbak.. ini kontol saya kok
tidak ikut dibersihin…”. “oh iyaa tenang aja mas.. yukk. Ivonne bersihin
juga” jawab Ivonne yang juga membersihkan kontol Supri.

Pemandangan di depanku ini memang sangat merangsang sekali. Ivonne, seorang
nyonya muda yang cantik dan istri orang kaya ini tampak rela membersihkan kontol
orang2 kasar yang berbeda status dan bertampang amburadul ini. Aku tidak tahu
apakah harus ikut merasa terangsang atau marah dan sedih karena Ivonne adalah
istriku. Aku berharap semua bisa cepat selesai. Tapi harapanku sirna ketika om
Jim berkata “Wah udah mulai sore nih.. Kita harus buru2… Ivonne sekarang kamu
ke kamar mandi dan bersihin badanmu dulu. Nanti kita lanjutin lagi.. cepet”
perintah om Jim.

“Iya. .om” Ivonne beringsut2 bangun dan dengan tertatih2 dia pun ke kamar mandi
untuk membersihkan badannya.

“Kita masih ada waktu boss” tanya Tarjo.. “Masih ada tapi tidak banyak.. jadi
semua harus cepet2 ngerti” perintah om Jim.

Tidak lama, Ivonne pun keluar dari kamar mandi, tubuhnya dibalut handuk mandi
yang menutupi bagian dada dan selangkangan.

Om Jim langsung berdiri dan membentak Ivonne “Hei.. siapa yang suruh pake2
handuk segala.. Kita semua kan udah lihat tubuh mulus luh”. Tangan om Jim pun
begerak cepat membetot handuk ditubuh Ivonne. Ivonne mengeluarkan pekik kaget
dan tangannya refleks menutupi bagian dada dan selangkangannya. Om Jim tampak
kehilangan kesabaran, mungkin karena sedang terburu2 sehingga sifat aslinya pun
keluar. “Yaiillahh…. kagak usah pura2 deh.. Sini cepetan” om Jim menarik
tangan Ivonne dan menyuruh dia berbaring telentang di atas sofa kami. Bagian
sofa ini memang kurang lebih 1×1m dan biasanya dipakai untuk selonjoran kaki.
Karena sofa yang kecil ini, kaki Ivonne tampak menjulur ke lantai sedangkan
kepalalnya pun terjuntai ke bawah di ujung satunya lagi.

Dengan penuh nafsu, si bandot Jim ini meremas2 toket Ivonne dan langsung
mengaitkan kaki Ivonne ke pinggangnya.
“Wah.. body eloe emang bener2 bagus.. Tiap kali ngelihat. bikin gue nafsu buat
ngentotin” kata om Jim sambil menusukkan kontolnya ke kemaluan Ivonne.
“Awww. pelan2 omm. .perih… aahhh sakitt om…. ” teriak Ivonne. Tampaknya
Ivonne belum terangsang sehingga vaginanya ini belum basah dan siap untuk
menerima kontol.
Tapi si bandot ini tidak perduli dan terus mendorong kontolnya ke dalam.
“Ahh.. ampunn om…. sakitt… om… jangan….” Ivonne pun mulai meronta2 dan
mendorong tubuh om Jim. Tampak air mata Ivonne mulai mengalir dan ia pun mulai
terisak2.
Tetapi rontaan2 dan tangis Ivonne tampaknya malah membuat si bandot Jim ini
tambah bernafsu.
Dia malah tertawa2 dan berkata “Heh.. mau ngelawan atau nangis juga percuma..
udah nikmatin aja” sambil mulai memompa kontolnya di vagina Ivonne.

Lama2 rontaan Ivonne pun berhenti dan isakannya mulai berganti menjadi desahan2
nikmat.
“Nah tuh.. apa gue bilang… udah mulai enak kan… makanya jangan cerewet dari
tadi. Hei.. itu satu lobang lagi masih nganggur.. siapa yang mau tuh cepetan..”
kata om Jim sambil menunjuk ke arah kepala Ivonne.
“hehhe.. saya duluan deh .. habis tadi belum ngecrot di mulut dik Ivonne ini”
mbah Tolib dengan cepat menerima tawaran om Jim.

Dan kembali mulut Ivonne dijejali kontol raksasa itu. Tarjo pun ikut berlutut
di atas dada Ivonne lalu kedua tangannya mendorong toket Ivonne untuk menjepit
kontolnya. Kontolnya pun mulai digesek2an di dada Ivonne. Jono dan Supri yang
kontolnya masih lemas tidak mau ketinggalan, masing2 menarik tangan Ivonne yang
dipaksa mengocok kontol mereka. Jadilah Ivonne dinikmati sekaligus oleh kelima
bajingan bejat ini. Ivonne sendiri cuma bisa berbaring pasrah, tubuhnya sudah
seperti barang saja yang dijadikan objek pemuasan nafus bejat mereka ini.
Tetapi kepasrahan ini membawa sensasi sendiri pada tubuh Ivonne ditambah dengan
rangsangan2 dari 5 kontol yang mengesek2 tubuhnya. Tanpa dapat dicegah lagi,
tubuh Ivonne pun mengejang2 karena kembali mendapatkan orgasme yang berturut2.

Om Jim pun tertawa mengejek “Heh.. lihat nih bini loe.. Tadi nangis2 dan
meronta2.. sekarang dia yang keenakan sendiri…haahaha”.
Tidak lama kemudian, tubuh om Jim pun mengejang “Ahhhhh…. eiihhhh.. ” disusul
dengan erangan mbah Tolib “Errggh… dik Ivonne.. telen semua dik….”
teriaknya.

Terkunci oleh 2 kontol di mulut dan vaginanya, Ivonne tidak bisa bergerak
banyak. Terlebih kontol raksasa mbah Tolib yang menembus tenggorokan Ivonne dan
menembakkan lahar panasnya itu langsung ke perut Ivonne. Setelah beberapa saat,
keduanya menarik kontol mereka masing2. Tetapi penderitaan Ivonne belum
berakhir sebab posisi om Jim pun digantikan oleh Tarjo yang dengan sekali tancap
berhasil memasukkan kontolnya amblas ke vagina Ivonne yang licin karena pejuh om
Jim itu.

“Eh Tarjo.. eloe kan suka toblos belakang.. emang rasanya kayak apa sih” tanya
Supri.
“Nih.. mending eloe rasain sendiri aja deh.. Sono eloe berdiri ditembok” jawab
Tarjo sambil tangannya menarik Ivonne untuk duduk bangun.
“Eh.. lonte. .mending eloe pegangan kuat2 sama gue .. jangan sampe jatoh..”
Tarjo memerintah sambil dia menggendong Ivonne.
Ivonne mengangguk dan tangannya pun merangkul pundak Tarjo erat2. Tarjo pun
bangkit berdiri sambil tangannya menumpu kedua paha Ivonne. Kontolnya sendiri
tetap menancap di kemaluan Ivonne. Dia pun mulai berjalan mendekati Supri yang
sudah bersandar di tembok itu. Sesampainya disana, Tarjo menyenderkan punggung
Ivonne ke dada Supri yang ceking itu.
“Nih Sup luh masukin sendiri deh” kata Tarjo
Supri pun langsung menerimanya dengan ketawa2 sambil tangannya langsung
bersarang di sepasang toket montok Ivonne dan mulai meremas2 dan memilin2
putingnya. Kontolnya pun pelan2 didorong menerobos anus Ivonne.

“Pelan2 yah mas.. Ivonne takut … sakit mas…” rintih Ivonne memelas.
“Hehhe tenang aja.. kontol ane tadi udah dilumuri minyak bayi.. yang ane temuin
di laci sana…” bales Supri. Ternyata Supri ini masih pengertian juga.
Ivonne membalas dengan senyumnya yang manis “Ma kasih yah mas. Sekarang Ivonne
serahin semua ke mas Supri deh”.
Ivonne pun menolehkan kepalnya ke belakang dan mencium Supri yang begigi tonggos
itu di bibirnya. Ciuman Ivonne tampak dibalas dengan semangat oleh Supri.

“Udah.. siap yah..” kata Tarjo dan ia pun langsung memompa kontolnya.
Kelihatannya Tarjo ini memang paling irit dalam ngomong. Supri tidak mau
ketinggalan dan ia juga mulai memompa kontolnya di anus Ivonne sambil tangannya
tidak berhenti memainkan kedua toket montok Ivonne. Entah karena merasa
berterima kasih atas pengertian Supri ataukah Ivonne sudah mulai menyukai
permainan anal ini, Ivonne tampak lebih bergairah di-sandwich oleh 2 laki2 kasar
ini. Kulit Ivonne yang putih mulus tampak kontras dijepit oleh Supri dan Tarjo
yang berkulit hitam kasar.

“aahh.. teruss mas… lebih kenceng lagi mas… aahhh” Ivonne mulai meracau dan
tangannya pun menahan tangan Supri di dadanya.
“Arrrahhh… aaaaahh… ooohhhh” hampir berbarengan, mereka bertiga mulai
berteriak dan sama2 mengejang. Ternyata mereka bersamaan mencapai puncak
kenikmatan bersama2. Tarjo dan Supri menarik kontol mereka. Ivonne sendiri
merasa tubuhnya bener2 lemas dan hampir jatuh kalau tidak ditahan oleh Jono.

“Hehe.. sekarang giliran saya mbak..mau cobain nih memek cewe cakep kayak
mbak…..” kata Jono. Ivonne cuma mengangguk lemah sambil direbahkan Jono di
atas lantai. Jono yang sudah bernafsu pun langsung menancapkan kontolnya ke
dalam vagina Ivonne tanpa basa basi lagi dan juga mulai memompanya. Ivonne
sendiri nampak sudah terlalu lemas dan hanya diam saja menerima sodokan2 kontol
Jono yang kecil itu. Beruntung tidak lama kemudian, Jono pun selesai dan dia
mencabut kontolnya yang diarahkan ke mulut Ivonne.

“Mbak.. ini kontol saya tolong dibersihin dong… Hehhe…” pinta Jono
cengengesan. Ivonne pun menurut dan membuka mulutnya dan mulai membersihkan
kontol Jono yang sudah mengecil itu. Setelah kontol Jono bersih, om Jim tiba2
menghampiri Ivonne sambil berkata “Hei..Ivonne, jangan cuma kontol si Jono yang
dibersihin nih.. Kontol kita juga butuh nih..” Sambil tertawa2, mereka berlima
pun berbaris di depan Ivonne menunggu giliran kontol mereka dibersihkan oleh
mulut Ivonne. Kontol berikut yang dibersihkan adalah punya om Jim.

“Ayo jilatin yang bersih.. Gue kagak mau kontol gue bau pejuh lengket.. Pake
lidah eloe… isepp….” perintah om Jim sambil berkacak pingggang. Setelah
selesai membersihkan kontol om Jim, Ivonne pun pindah ke mbah Tolib dan
memberikan perlakuan yang sama.
“hehhe. dik Ivonne kan doyan pejuh.. tuh masih ada sisa sedikit.. sayang.. “
ejek mbah Tolib. Beruntung bagi Ivonne, om Jim dam mbah Tolib ini sudah habis
staminanya dan kontol mereka sudah tidak bisa bangun lagi.

Menyusul kemudian adalah Tarjo, dan disaat kontolnya diisep oleh Ivonne, kontol
Tarjo inipun mulai membesar lagi. Ivonne tampak kaget dan berusaha menarik
kepalanya untuk melepaskan kontol Tarjo dari mulutnya, tapi usaha2nya sia2
karena Tarjo dengan cepat menahan kepala Ivonne dan dengan paksa kontolnya
didorong kembali ke mulut Ivonne. Ivonne cuma bisa pasrah dan Tarjo yang sadis
itu pun terus memompa kontolnya di mulut Ivonne. Tidak lama kemudian Tarjo
mencapai puncaknya dan kontolnya tiba2 ditarik dan ….crat… crat….. crat…
kontol nya menyemprotkan pejuh ke muka Ivonne. Ivonne kaget dan berusaha
menghindar tapi usahanya sia2 karena tangan kekar Tarjo yang menahan kepalanya.
Ivonne cuma bisa menutup kedua matanya dan pasrah menerima tembakan2 kontol
Tarjo di seluruh mukanya. Setelah entah berapa lama, baru kontol Tarjo selesai
mengeluarkan pejuhnya.

“Nah.. sekarang bersihiin kontol gue lagi… dan pejuh di muka luh jangan
dilap…… awas…. ” perintah Tarjo yang disambut tawa oleh kelima bajingan2
ini. Dengan muka penuh belepotan pejuh, Ivonne pun membersihkan kontol Tarjo
dengan mulutnya. Selesai dengan kontol Tarjo, sekarang giliran Supri. Ivonne
tampak ragu mengingat dimana kontol Supri dimasukkan sebelumnya. Tapi om Jim
tidak mau mengerti dan memaksa Ivonne “Heii .. Ivonne……. cepetan bersihin..
kita kagak ada banyak waktu…Cepettt” Tanpa ada pilihan lain, Ivonne pun
menyerah dah membuka mulutnya untuk membersihkan kontol Supri yang kotor itu.
Supri cuma tertawa cekikikan melihat semuanya.

Om Jim dan mbah Tolib mulai memakai baju mereka lagi sambil berbicara pelan2
didekatku .

Aku sempat mendengar si bandot itu berkata “Wah.. Tolib.. cewe kita kali ini
bener2 nafsuin.. Yang sebelum2nya kagak ada yang se-hot ini.. Gue masih belum
puas main2 sama ini cewe. Tapi udah mesti diudahin nih…”
Mbah Tolib berbisik2 “Heheh.. kalau boss masih mau.. kita bisa……pst.pst…”.
Mbah Tolib merendahkan suaranya lebih lagi sehingga aku tidak bisa mendengar
rencana busuk mereka ini.
Tidak lama kemudian om Jim pun tertawa2 dan berkata “Hahha.. bagus juga ide
eloe.. ok kita bisa lakuin”..

Aku sangat kaget mendengar semua percakapan mereka.. Rencana ini sudah pasti
tidak baik untuk Ivonne dan aku. Berikutnya aku melihat mbah Tolib menghisap
sesuatu seperti lingting rokok di mulutnya yang lalu dihembuskan ke mukaku…
Langsung pandanganku buyar dan aku merasa semuanya
gelap…………………………………………

Disaat aku sadar, aku sudah berada di mobilku dan Ivonne duduk disampingku
tertidur pulas. Kami berada di lapangan parkir mall tempat makan siang tadi.
Sekarang waktu sudah sore.. apa yang terjadi antara saat makan siang dan
sekarang?? Aku berusaha mengingat2 tapi semua seperti samar2. Perasaanku tidak
enak, dan aku cepet2 menyetir pulang ke rumah. Ivonne aku biarkan tertidur
pulas di bangku samping. Sesampai di rumah.. masya allahh….. ternyata
perasaanku benar. Rumah kami diobrak abrik seperti kena angin topan. Jendela
pintu dapur kami pun pecah, tampaknya ada rampok yang masuk dari sana. Aku
membangunkan Ivonne dan kami pun mengecek keadaan rumah kami. Ternyata semua
barang2 berharga sudah hilang. Kami terduduk lemas… dan aku cepet2 mengecek
ke bank dan ternyata tabungan kami juga sudah dicuri orang. Beruntung sekali,
aku mempunyai banyak rekening2 tersebar di bank lain juga rumah kami terasuransi
sehingga walau kami kehilangan banyak, tetapi kami tidak akan jatuh miskin.

Ivonne berkata kepadaku “Sudahlah mas.. untung kita tidak ada di rumah.
Sehingga kita tidak kenapa2. Akhir2 ini banyak rampok yang sudah merampok juga
mencelakai yang punya rumah. Ada yang dibunuh bahkan diperkosa juga.. iiihhh
takut”… DEGG.. kata2 Ivonne bagaikan halilintar dibenakku. Benarkah kami
tidak diapa2in, terutama Ivonne?? Aku berusaha mengingat apa yang terjadi
sepanjang siang tadi… tetapi tidak ada yang teringat jelas. Aku cuma berharap
mimpi buruk ini cepat berlalu.

TAMAT

1 komentar: